Let's Act

ACT.id

Rabu, 13 April 2016

Si Penggugah Rasa dan Pikiran



Doc. Pribadi

Hey, kamu! yaps...kamu !! tapi bukan kamu yang lagi baca, melainkan kamu yang selalu ada disekitar saya, BUKU.

Kenapa? karena dari kecil saya punya kebiasaan aneh dimana saya selalu merasa bisa berbicara dan mengerti bagaimana perasaan suatu benda. Yaahh..mungkin karena saya terlalu senang menonton dan membaca cerita-cerita fantasi yang sebenarnya diluar nalar manusia, hehee...namanya juga cerita fantasi. Memang sewaktu kecil saya suka sekali membaca seri cerita anak yang jadi hadiah dalam satu kemasan Dancow (gpp ya sebut merek), berbagai koleksi cerita berhasil saya kumpulkan dan ceritanya membuka wawasan tentang ciri khas daerah-daerah di Indonesia.

Walaupun sempat terlena dengan tontonan film kartun di tv, namun nyatanya membaca lebih asyik ketimbang kita langsung menontonnya di tv. Awalnya saya hanya pinjam buku komik dan novel kakak dan jujur sempat bosan kala itu baca novel yang cukup tebal menurut anak SD. Namun karena melihat papa setiap pagi selalu membaca koran, saya pun ikut membaca karena penasaran, sebenarnya apa yang kita dapat dari membaca?

Masyaallah ternyata banyak informasi yang saya tidak tahu sebelumnya, karena saya biasanya hanya membaca seri cerita anak yang hanya berisi 10 halaman, itupun kecil-kecil lembarannya. Tapi namanya juga masih kecil dan bingung baca berita ini dan itu, akhirnya saya belilah buku bacaan berjudul "Timun Emas" karena suka banget sama cerita itu setelah melihat film kartunnya lewat VCD. Tentu menonton dan membaca memberikan kita dua pengalaman yang berbeda, kalau menonton semua gambarannya sudah jelas. Naahh...berbeda dengan membaca yang bikin lebih penasaran dan rasanya lebih dapet ditambah pikiran kita menjadi cukup liar mencari dan menerawang alur cerita, ekspresi pemain, konflik selanjutnya bagaimana, dan ada perasaan yang hanya kita sendiri yang bisa merasakan itu.

Alhamdulillah sampai sekarang masih suka membaca walaupun jenis bacaannya sudah agak berbeda dan belum rutin banget baca setiap hari. Tapi masih suka juga sama genre cerita dulu (fantasi, komik, cerita anak), heheee. Setidaknya dengan begitu saya tetap bisa merasakan kenangan dimana saat-saat pertama saya senang membaca, walaupun hanya berupa buku bacaan seri cerita. 

Saya sangat tertarik dengan berbagai jenis buku, walaupun belum tentu saya suka atau enjoy saat baca bukunya. Hmm..gara-gara hal itu engga jarang setiap kali pergi ke toko buku yang awalnya cuma mau liat-liat atau sekedar beli pensil untuk menggambar, ujung-ujungnya buku yang saya beli. Padahal rencana awalnya engga begitu. Anehnya setelah beli buku saya pasti pulang dengan bahagia, senyum-senyum sendiri sambil elus-elus dan liatin bukunya. Dalam hati saya bilang "pasti seru, saya bakal baca sampai selesai" tapi ternyata itu engga semudah yang saya ucapkan.

Memang, sejak saya jadi suka membaca ternyata ada hobi lain yang mengiringi hal itu, yakni meng-koleksi buku. Baik itu jenis buku Islami, fiksi, entrepreneur, motivasi, non fiksi, dan buku tutorial desain. Engga sampai disitu aja, saya pun meng-koleksi beberapa e-book yang saya dapat dari teman-teman komunitas menulis dan wirausaha. Saat sadar ternyata buku yang saya punya lebih banyak daripada buku yang sudah selesai saya baca. Rasanya saya ingin membaca semua buku tersebut dalam waktu yang bersamaan karena engga sabar menunggu giliran buku selanjutnya. but, it's impossible.

Kenapa kok engga sabar?
hehee...bukan apa-apa siih, cuma saya kalo udah baca bener-bener butuh konsentrasi penuh dan suasana yang mendukung agar saya bisa fokus. karena kalo engga fokus baca bukunya engga bakal kelar-kelar. Fokusnya saya biasa terjadi saat berada di toko buku atau di rumah. Kalau di toko buku karena engga bisa baca bukunya, jadi saya cuma baca sinopsis di belakang bukunya saja. Kadang sinopsis tersebut saya baca berulang kali, sampai saya benar-benar mengerti dan bisa menerka alur ceritanya seperti apa. Bukan hanya satu, dua buku yang saya baca sinopsisnya, melainkan setiap buku yang saya pegang saya baca tuh sinopsisnya. hahaaa...maklum tangannya gatel kalo udah di toko buku, heheee. Selain itu saya suka lupa waktu karena keasyikan membaca sinopsis buku-buku, engga sadar udah lewat waktu dzuhur atau ashar. hmm.., kalo udah kayak gitu, artinya saya harus pasang alarm biar engga ke bablasan lagi. Tapi, ternyata engga semudah itu juga. Fighting!!

Nahh...kalo saya baca di rumah, aura anti "diganggu" nya bisa dirasakan adik/kakak saya. Kadang mereka enggan atau tau kalo saya sedang tidak melayani pertanyaan/candaan apapun, kecuali saya yang minta. Lucunya, karena mata saya jadi lebih tajam dan fokus saat membaca, tak jarang adik saya merasa takut saat saya menoreh kearahnya karena berisik, hahaaa, tapi yasudah tidak apa-apa. Karena ekspresi wajah berubah begitu saja kalau sedang membaca. Seolah saya tenggelam dalam suatu bacaan, berenang lebih dalam lagi untuk menemukan hubungan yang saling terintegrasi.

Dengan membaca otak kita bisa terus bekerja dan berfikir lebih dalam lagi. Dari kebiasaan membaca itulah muncul generasi-generasi cendekiawan dengan berbagai pemikiran kritisnya. Namun kita tetap harus membatasi kebebasan berfikir otak kita, agar tidak merusak diri kita sendiri. Bagi saya membaca banyak beri manfaat positif namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa hal negatif yang terjadi karena hobi membaca tersebut. Bergantung bagaimana cara kita menyikapinya dan dari sudut pandang yang mana kita menilainya.

Untuk teman-teman yang belum berkesempatan merasakan "si penggugah rasa dan pikiran" yukk coba untuk membaca lebih dalam lagi, karena Insyaallah bermanfaat bagi kita. Seolah membuka kabut mendung dalam pikiran dan perasaan kita yang dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan dan rasa ingin tahu. Insyaallah.

NB: Lomba ini diikutsertakan dalam lomba menulis di blog Mukhofasalfikri.com dengan tema menulis pengalaman membaca.





Minggu, 27 Maret 2016

Wisata Kilat

Alhamdulillah sampai juga di Sawarna Pantai Tanjung Layar Lebak-Banten. Sempet engga nyangka bisa sampai kesana, karena ini rencana tidak terduga. Oleh karena itu kami menyebutnya wisata kilat :D

Jadi gini awal mulanya kami (saya, Hatma, Sri, Fatimah, Neng aam, Tri, Oki dan Firza) temen2 ADK dan TRAS menghadiri undangan walimahan salah satu saudara kami yaitu Ima Jasima dan Dhani di daerah Cileles-Gunung Kencana. Menjelang dhuhur kami memutuskan utk pulang, namun begitu saja kami menyebutkan untuk melanjutkan perjalanan ke Sawarna. Kira saya bercanda, namun Firza selaku pembawa mobil menyanggupi hal tersebut dan untungnya mobil papanya Firza sedang tidak di pakai, jadilah kami berangkat ke Sawarna ^^

Diantara kami hanya Sri yg pernah kesana. Tpi sayangnya Sri lupa2 ingat jalan menuju sana, akhirnya kami mengandalkan app. Google map. Lucunya daerah yg kami lalui sulit sinyal utk kartu yg kami pakai, alhasil kamipun hanya mengikuti petunjuk jalan yg terpampang, bertanya pada beberapa org di jalan dan ingatan Sri. Hehee...saya paling senang saat bepergian tapi tidak tau jalan. Disaat itu kita belajar pentingnya komunikasi, kesabaran antar teman, kepercayaan, keberanian, kerjasama dan kebersamaan.

Kejadian demi kejadian kami lalui bersama, banyak hal2 tak terduga yg kami hadapi. Dan hal itu semakin menambah kekaguman saya pada Sang Khaliq Allah SWT. Karena atas izin, kekuasaan dan kehendak-Nyalah kami dapat sampai ke Sawarna dan pulang dengan selamat.

Oki bilang dari Bogor ke Sawarna hanya sekitar 4 jam, mendengar itu kami optimis bisa sampai kesana dalam waktu 2 jam dari Cileles. Kami berangkat pukul setengah 1 dan sampai pukul 5 sore (hitung aja berapa lama perjalanannya) hihiii...

Tapi tak masalah untuk kami, walaupun jalan tak semulus dugaan kami namun semua terbayarkan oleh suasana Pantai yang indah. Alhamdulillah kami pun dapat melihat sunset di pantai sambil menikmati bacakan tepi pantai, dan ini pertama kalinya saya juga beberapa teman yg lain melihat kejadian itu. Masyaallah, Allahu Akbar. 

Memang untuk mencapai sesuatu yg indah, awalnya harus kita hadapi dulu perjalanan yg terjal, berliku dan menanjak. Sama seperti halnya untuk menggapai Syurga, Allah pasti akan menguji kita terlebih dulu. Karenanya keep fighting untuk teman2 semua, terlebih untuk yang nyetir mobil heheee. Karena Oki belum bisa nyetir mobil, jadilah Firza yg nyetir PP. Kasiian...


Oke terakhir, kami pulang setelah adzan maghrib dan berniat untuk melakukan jamak takhir. Alhamdulillah sampai juga di dalam mobil dan tidak kehujanan. Perjalanan pulang agak menengangkan karena gelap dan kondisi sedang hujan cukup deras. Jalan menanjak dan licin, belum lagi di perjalanan kami melihat beberapa mobil terperosok dan ada yg kecelakaan. Hmm...mata kami benar2 terbuka saat itu sambil terus berdoa dan memperingati Firza untuk lebih hati-hati.

Sayangnya sampai Pandeglang kondisi saya menurun. Masuk angin dan magh kambuh, akhirnya kami berhenti sejenak  saya lupa daerah mana. Saat itu saya benar2 sangat mual dan banyak mengeluarkan isi perut sampai2 rasanya perut ini kosong sekali. Teman2 sangat baik dan tidak merasa terbebani, mareka tulus membantu saya. Terimakasih :(

Setelah hampir satu jam kami istirahat, akhirnya perjalanan dilanjutkan. Syukur alhamdulillah sampai juga di Serang dengan selamat. Karena kepala begitu pusing dan masih mual, saya lupa untuk berpamitan dan bilang terimakasih pada semuanya. Saya minta maaf ;(

Terimakasih. Terimakasih karena Wisata Kilat kita ini cukup banyak kasih cerita, pelajaran dan pengalaman baru bagi saya. Sekali lagi Makasiiihhhh ^^

Jumat, 25 Maret 2016

Ala Putri Raja

"Wis klo saya wisuda kmu sewa becak yaa. Saya suka keliling pke becak, serasa kyk putri. Hehee"
*efek pulang dari acara wisuda :D


Tapi...ya emg bener siih naik becak itu engga rugi. Yaah walaupun harus mau ngorbanin materi yg agak lebih dibanding kita naik ojeg/angkot. But, its not problem coz  its made me so enjoyed and comfortable :)

Udah lama engga naik becak, akhirnya daripada lama nunggu hujan udah hampir 1 jam sya putuskan naik becak. Memang kendaraan satu ini awet bgt, sudah ada dari semenjak saya kecil dulu. Dan pernah ada masa tren nya juga lohh jaman dulu naik becak itu. Sambil terbawa kemasa lalu, di dalam becak sayapun hanya senyum-senyum sendiri menbayangkan ini dan itu.

Disamping kenyamanan yg sya dapat, sebenarnya ada rasa iba pada abang becaknya. Knp? Karena kebanyakan abang becak itu tua-tua, sedangkan mengayuh becak butuh tenaga ekstra terlebih saat ada tanjakan.  Hmm...agak tak tega, tapi itulah jasa yg mereka jual, selama halal tak apa peluh membasahi wajah dan tenaga terkuras insyaallah rezeki akan Allah cukupkan.

Ongkos mahal tak jadu masalah saat kita bisa mendapatkan kenyamanan lebih dari naik becak. Bisa bersandar, terlindung dari hujan, tidur, dan jadi putri seperti di drama Korea dimana anak bangsawan berada dalam tandu yg di bawa oleh beberapa pengawal. Butuh perjuangan bgt utk bawanya ^^

Itu foto sewaktu d Jogya. Masyaallah becaknya sudah berinovasi, dan sangat2 nyaman. Yaaap...karena tidak seperti becak biasa, yg itu dilengkapi dgn mesin motor jadi bisa jalan lebih cepat plus abang becaknya engga perlu lgi capek mengayuh becaknya. pokoknya mah naik becak tuh asssik bget!! >,<


Sukses selalu untuk semua abang becak yg masih setia dgn kendaraan Becaknya. Teruslah buat org merasa nyaman saat menggunakan jasa kalian.
#loveuall
#pengennaikbecaklagi

Sabtu, 20 Februari 2016

Huru-Hara Skripsi

Galaunya mahasiswa tingkat akhir apalagi kalau bukan masalah SKRIPSI :D
Tapi jangan sampai hal itu bikin mental ciut dan seakan kita terikat dengan itu. Harus tetap semangat, walaupun Dospem susah untuk ditemui atau selalu revisi dan kena semprot Dospem 1 & 2 tapi tetep kita jangan nyerah, Just Do It Girls/Guys.

1. Niat yang lurus
    Langkah awal kita ya ini nihh, niat. Insyaallah jika niat kita untuk kebaikan Allah akan memudahkan niat baik kita.

2. Tingkatkan Amalan Ibadah :)
    Ini nihh hal utama yang paling penting dan gak boleh kita lupakan. Semua yang kita lakukan harus semata-mata untuk beribadah pada Allah SWT. Inipun berlaku bagi kalian yang susah banget ketemu dospem atau dapat dospem killer, jangan lupa untuk kencangkan doa karena hanya Allah yang Maha Membolak-balikkan hati manusia ^^

3. Sering-sering baca jurnal, buku, dan referensi
    Seperti kacang lupa kulitnya, hehee bukan perumpamanan tepat sii tapi lumayan bisa dikaitkan. Intinya gini deh, saat kita bikin skripsi tanpa ada dasar teori yang kuat, skripsi gak ada maknanya. Nahh..teori-teori dan data pendukung skripsi kita dapat dari jurnal, buku dan referensi terkait penelitian kita kan, jadi wajib untuk baca. Yang gak suka baca, ya kudu dan mesti dipaksain untuk baca hihiii:)


4. Nonton berita dan peka terhadap masalah yang terjadi
    Fenomena, yapss...dalam penulisan skripsi kita harus menemukan fenomenanya apa. Karena untuk apa kita meneliti hal yang sudah tidak ada fenomenanya lagi, udah basi. Soo....coba peka untuk masalah ini ya, jangan pekanya cuma ama si Doi aja. ckckkk...

5. Bantu kesulitan orang lain
    Jika kita meringankan kesulitan oranglain maka, Allah akan memudahkan urusan kita. So, biarpun kalian lagi sibuk or pusing mikirin skripsi, tapi jangan sampai kalian engga membantu teman atau saudara kalian yang butuh bantuan. Eitts..tapi jangan jadikan ini sebagai alasan untuk lama gak garap skripsi dan malah sibuk bantu orang bikin skripsi, Hahaaa...hebat banget :-D

Link Picture Here

Perlu diingat dan diresapi, Itu semua engga bakal berarti kalau kalian Plagiat. Ngertikan maksudnya, yaaa..bahasa gaulnya si Copas beud, bukan replik lagi tapi Menjiplak *kasarnya hehee.


Selamat mencoba
*SelfReminder :'(

SEMANGAT!!!!!!
Hidup Mahasiswa Akhir. Garap Skripsi.

Rabu, 17 Februari 2016

Sederhananya Rasa Bahagia

Cukup lama sejak terakhir nulis postingan di blog. Oke, kali ini saya mau share tentang judul diatas :)



Bismillah....
Semua orang patut merasa bahagia, baik atas kehidupan dirinya sendiri, keluarga, sahabat, teman, istri, suami, anak. Karena rasa bahagia itu begitu sederhana, sesederhananya saat kita bernafas. Bukan harta kekayaan yang bisa menjamin rasa bahagia itu menghampiri kita, bukan!! tapi cukup dengan kita berada di dekat orang-orang terkasih kita (engga berlaku untuk yang bukan Muhrim ^,^ )

Misal, kalau saya bahagia saat melihat orang lain bisa tertawa, saat mereka bersemangat mewujudkan suatu impiannya, saat mereka memiliki ambisi yang baik, saat mereka berbicara dengan begitu antusias, saat mereka bahagia atas pertolongan kita, saat kita tidak membuat mereka khawatir, bahkan saat melihat mereka berlari, melompat dan tertawa, rasanya luapan kebahagiaan orang itu bisa saya rasakan. Dan itu membuat saya bahagia.
Bersikap Stay Cool walau nyatanya badan ini mau runtuh, mata ingin terpejam, hati yang tak tahan ingin meluapkan emosi dibarengi dengan tumpahan air di pelupuk mata, bibir ini geram. Tapi alangkah lebih baiknya saat kita dapat bersikap Stay Cool, dengan tidak membuat orang lain terbebani akan kondisi kita. Maka bahagia itu akan datang kembali menghampiri, terbayarkan dengan hanya melihat senyuman perasaan lega orang atas kondisi kita yang terlihat baik-baik saja. Rasa seperti itu tidak bisa kita beli dengan uang seberapa banyakpun.

Semoga kita dapat selalu merasakan Bahagia kapan dan dimanapun kita berada. Jangan mengedepankan ego dan emosi kita, jadilah seperti dalil yang tertulis dalam hadist dan ayat Al-Qur'an berikut :




Begitu tidak berartinya bila kita sampai tersulut emosi, bisa-bisa kita bukan termasuk golongan orang-orang yang kuat lagi bertakwa. Oleh karenanya marilah kita menjadi pribadi muslim yang senantiasa dapat memetik bahagia, karena rasa itu begitu sederhana dan kita bisa merasakannya dimana saja. Alangkah meruginya kita jika hidup penuh dengan amarah sedangkan kebahagiaan itu sejatinya selalu ada dalam diri kita, menunggu hingga kita bisa menemukannya.


Itulah "Sesederhananya Rasa Bahagia"
#Part 1

Senin, 21 September 2015

Zainal Arif


Teman-teman memanggilnya Uda, yah mungkin karena dia orang Minang sama kayak Vio. Tapi saya engga biasa manggil dia Uda, biasanya panggil Arif aja (hiks..maaf kalau tak sopan). Engga nyangka loohh ternyata umurnya hampir sama kayak kak Nanda cuma beda beberapa bulan aja. Kalau tadi ada Rais sama Dipa paling muda, sekarang Arif sama kak Nanda ini yang paling tua. sayangnya Uda Arif masih keliatan lebih muda dari yang satunya, bahkan ada yang mengira dia itu paling muda di kelompok 52!! (hehee…seneng ya Da?). Biar sama kayak yang lain saya panggilnya Uda juga yaa.

Nah Uda ini kuliah di UIN Suska Riau ambil jurusan Tafsir Hadist, sekarang udah ganti nama tapi saya lupa L #Mianhe Uda. Awalnya saya kalau ada apa-apa bilangnya ke Uda lewat BBM, soalnya Uda itu On terus jadi gampang dihubunginnya. Hahaaa jadi inget yang pas saya kejebak di kamar mandi (dingiiinnnnnnnn), sms dan BBM ke yang lain ceklis terus, telpon gk di angkat. Untungnya ada Uda yang lagi On dan bisa di mintain tolong untuk ngabarin temen yg lain. Makasiiihh banget Uda, maaf lupa bilang makasih waktu itu. Malu sih sebenernya mah, tapi semua itu karena salah saya sendiri. Hikss..hikss…begitulah. Era nyarios keun na.

Pertama kali ng-BM Uda itu karena desain logo kelompok yang Uda bikin, saya sama Okta suka..suka…suka. Kan kalau desainnya bang Leven mah bagus, kalau punya Uda lucu menurut saya sama kakak saya Uda, pas disuruh milih kakak bilang lebih suka sama desain Uda. Hahaa…pokoknya lucu desainnya saya juga engga kepikiran bikin kayak yang jenis begitu, Uda Cam Ko Haa (dicetuskan oleh Renty, dipopulerkan oleh Uda) J J

Uda Arif ini mukanya serius, tapi terkadang karena keseriusannya itu yang bikin lucu. Dia suka bilang “lagi serius nih” “serius…serius” hahaaa..tapi gaya mukanya itu gak nahan, kalau liat mukanya tuh kayak semua bagian mukanya lagi ketawa, jadi saya mah suka keikutan ketawa juga. Kalaupun ada pas saya engga ketawa, yaa itu karena saya nahan sekuat yang saya bisa, atau saya engga liat muka Uda (buang muka), punten ini mah Da #hampura


Uda itu badannya engga terlalu tinggi, kulitnya sawo mateng, rambutnya plontos (masih sisa 2-3 cm mungkin), dan jenis mukanya belum pernah saya temuin (bingung deskripsiinnya). Paling suka liat Uda pas pake baju koko, sarung, peci, beneran kayak pak Ustadz. Tapi selepas dari itu (maksudnya pake baju lain), saya ngeliatnya gaya Uda formal terus, kayak mau ke acara Undangan untuk ngisi acara disana, nyanyi dangdut #katanya tebu manis airnya, kucoba tanam di pinggir hati (Hmm..apa kali artinya ya?) Heheee..serius Da, bahkan pas uda mau mandi juga walaupun bawa-bawa handuk dan perlengkapan mandi tetep aja keliatan formal. Hahaa..saya jadi bingung. Angkat jempolnya untuk @UdaCamKoHaa_

Rais Shabri

Rais artinya pemimpin dan shabri artinya sabar, jadi arti dari namanya adalah pemimpin yang sabar. Emang bener sih dia itu cukup sabar menghadapi teman-teman kelompok yang amburadul deh pokoknya. Oia Rais ini ketua kelompok sekaligus koordinator kecamatan Pusako. Kerjaannya tiap hari, tiap menit bahkan, telponan terus. Iihh saya engga ngebayangin telinganya pasti panas deh. Eittss…tapi bukan telpon tanpa alasan atau kayak anak yg lagi alay yang suka Tanya-tanya gak penting di telepon, ternyata Rais selalu dihubungi oleh dospem, dan juga teman/ketua kelompok di kec.Pusako karena dia itukan Koorcamnya yg pasti bukan tanpa alasan. Biasanya sih Nurma sama Tia bilangnya dia orang penting, so sibuk. Heheee..saya pikir juga gitu awalnya, maaf Raiss. Piisss J

Rais itu orangnya tinggi, cukup seimbang dengan berat badannya, alisnya pun tebal, jenis rambutnya kayak bulu landak berdiri tapi halus dan alami gak pake gel, kulitnya putih. Setiap kali liat Rais jalan dia mirip seorang petinju. Eh ternyata gitu-gitu juga dia bisa deket sama anak-anak, katanya sih udah biasa apalagi dia punya apa ya namanya, semisal Rumah Dunia tapi namanya Kreasi Anak Bangsa dan Rais itu Official nya. Hebat yaa. :p terus Rais juga udah biasa untuk bicara didepan umum dan pembawaan dia emang santai. Sempet minder sama Rais, apalagi pas liat ternyata dia bisa main bola kaki (cowok lah ya udah biasa) terus volley juga bisa, basket, renang sama badminthon apa mungkin bisa juga?. Hikss…hampir sempurna, banyak keahlian yang dia bisa. Tapi sayang terkadang saya Rais itu kayak batu, selagi di lemparnya engga terlalu keras bentuknya engga bakal berubah. Hahaaa…apasihh,,

Kamu tau engga Rais, temen-temen pernah kesel sama kamu gara-gara kamu kerja sendiri (yahh..mungkin kamu engga mau ngebebanin kita) kayak gak punya tim, apalagi keputusan yang berhubungan dengan jabatan kamu sebagai koorcam. Apapun itu harus dimusyawarahkan bareng-bareng Rais karena kamu ketua kelompok 52 Rais, heheee (saya juga engga suka musyawarah sama kalian, maaf L) #Plakk…

Oia maaf ya Rais saya sering banget ilang-ilangan bikin kamu dan teman-teman panic, khawatir, takut saya ilang atau diculik. Maaf juga karena gak angkat-angkat telpon dari Rais, bukan apa-apa soalnya saya engga liat hp terus pas Rais nelpon. Heheee..jujur nih, beneran.

Satu lagii, umur Rais dan Dipa itu paling muda diantara teman-teman yang lain. Renty bilang sih Rais itu paling gak sopan, karena engga panggil kita kakak. Tapi lucu juga sih kalo manggil Ketua kelompok sama koorcam Ade or Dd. Hahaaa…Ade Rais :-D (cup…cup jgn nangisss ya De). @DiamDalamGelap_