Let's Act

ACT.id

Minggu, 05 Oktober 2014

Perasaan menjelang idul adha

Tidak semeriah dan sebesar perayaan seperti saat menjelang idul fitri, namun tetap saja suara takbir menghiasi malam ini hingga subuh tiba.

perasaan senang dan sedih bercampur didalam hati, entah. mungkin teringat tempo dulu saat masa kanak-kanak itu terlihat begitu gembira sambil berlari kesana-kemari.

Idul Fitri mengajarkan kita untuk dapat bersabar melawan hawa nafsu dan memsucikan diri. tak jauh berbeda, begitupun dengan idul adha yang mengajarkan untuk saling berbagi dan ikhlas mengeluarkan hartanya untuk membeli hewan qurban. tak lupa untuk saling berbagi dengan mereka yang kurang mampu.
Insyaallah saat saya sudah bekerja dan mapan, saya akan selalu bequrban dan berbagi dengan mereka. Ya Allah.....semoga saya dapat menjalani hidup dengan penuh kegunaan bagi oranglain.

Sayangnya malam ini terasa sepidi rumah, kakak-kakak dan juga adikku tidak di rumah. hmm...walaupun begitu saya tidak mengatakan apapun dan diam.

Kekhawatiran Seorang Ayah

sosok seorang ayah tentunya tidak kalah penting dibandingkan dengan ibu, walaupun surga tidak pula terdapat ditelapak kakinya.

ayah bagi saya adalah ia yang akan selalu berjuang demi keluarganya, walaupun terlihat tegar namun nyatanya ia rapuh dan mencoba untuk menutupinya. seperti halnya papa saya.

semenjak mama pergi mendahului kita semua, maka mulai dari hari itulah papa sendiri yang mengasuh saya, adik, dan kakak-kakak saya. melihat perjuangannya seakan kami igin tetap hidup bersama papa, kasih sayangnya ganda walaupun ia hanya sendiri.

http://ayah4anak.blog.com/files/2010/09/in_my_father__s_arms_by_tazzer27.jpg
masih ingat dibenak saya bagaimana kehidupan kami dulu yang jelas beda dengan sekarang ini. tapi biarpun begitu papa tetaplah sama dan tidak berubah. itu yang membuat kami senang. setiap kali anak-anaknya pergi untuk bekerja keluar kota, papa selalu merasa cemas takut sesuatu terjadi pada mereka. hehee bahkan sampai sekarangpun papa masih suka menunggu saya untuk menyebrang pergi ke kampus.

itulah papa kami, yang mungkin tidak berbeda jauh dengan papa kalian. kadang sayapun kesal jika papa bicara terus tapi nyatanya itulah bentuk kekhawatiran nya, karena itu ia bertanya seakan mengintrogasi. ayah mana sih yang rela melepaskan anaknya terutama bagi anak perempuannya? karena seorang ayah akan teramat sedih saat melihat anak petempuannya dipinang orang lain.
saya benar-benar gak sampai hati membayangkan hari itu.love you father.



Sabtu, 04 Oktober 2014

malam dihari kurban 2014

perayaan idul adha pasti selalu mengingatkan kita pada kejadian nabi Ibrahim dan nabi Ismail anaknya. kita tahu bahwa ketaatan nabi Ibrahim kepada Allah telah merubah sesuatu yang besar.
disaat Allah memerintahkan agar nabi Ibrahim menyembelih putranya, Ismail. tanpa banyak bertanya ia pun menuruti perintah dari sang khalik. dan keajaiban itupun terjadi. Allah mengganti nabi Ismail dengan seekor domba/ binatang  itu semua dlakukan karena ketaatan dan keikhlasan antara ayah dan anak tersebut....

Maha besar Allah dengan segala kekuasaan nya. Allahu Akbar.


http://antiliberalnews.com/site/wp-content/uploads/2013/10/idul-adha.jpg

Rabu, 01 Oktober 2014

PKM Bikin Galau



http://www.talikotang.com/wp-content/uploads/2014/02/dp-bbm-galau-7.jpg

Haduhh...login....error.....
gitu mulu, kudu bener-bener sabar kali yah.
ini juga merupakan ujian bagi kita untuk bisa berlaku sabar, dan bagaimana seharusnya kita menyikapi masalah tersebut.
yahh...ambil baiknya aja deh, itu loh rasa geregetannya yang bikin seru dan ngangenin pas bikin PKM :D

Entahlah, apa ke kirim atau engga. tapi yang penting udah usaha dan tidur tengah malem. *maklum peluang buka malem selain jaringan internetnya bagus, kemungkinan org-org udah pada tidur. Hihihiii  ^,^
Sebenernya saya udah ngantuk, tapi demi temen-temen jdi gak boleh nyerah.
SEMANGATTT!!!!!

Sabtu, 16 Agustus 2014

Tirtayasa Traditional Festival 2014

Sobat..ada info lomba nih yaitu LKTSB (Lomba Karya Tulis Seni Budaya) dari UKM Pandawa Untirta. Silahkan disimak, dan jangan lupa segera isi formulirnya ya :)


Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi blog pandawa yaa_
Klik disini...
http://pandawauntirta21.blogspot.com/2014/08/lomba-karya-tulis-seni-budaya.html

Selasa, 22 Juli 2014

Bisakah Seimbang??

Bismillahirrohmannirrohim...

Hari ini saya mempunyai pemikiran sesuai dengan judul diatas. Kebetulan saya akan membuat sebuah karya tulis yang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian, khususnya di Banten melalui objek wisata. setelah searching ternyata sampai sekarang Indonesia belum masuk kedalam 10 besar negara yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Sedangkan Malaysia saja sudah masuk dan menduduki urutan ke 9. Sayang bangetkan padahal negara kita ini banyak sekali memiliki keunikan, dimana berbagai suku, ras, agama, warna kulit, kebudayaan, bahasa, dapat disatukan dengan Bhineka Tunggal Ika. Selain itu untuk tempat wisata juga kita punya banyak sebenernya, hanya mungkin infrastruktur nya kurang memadai sehingga tidak menarik bagi para wisatawan.

Sebenarnya sih kita jangan muluk-muluk dulu ingin menarik perhatian wisatawan mancanegara dengan objek wisata yang kita miliki, tapi buatlah dulu wisatawan lokal untuk lebih senang dan sering berkunjung ke tempat wisata di negaranya sendiri. Iyakan, Laahh..gimana mau menarik mata dunia, kalo ternyata warga negaranya saja tidak tertarik dengan objek wisata yang ada disekitarnya. Hmmm...padahal yah harga masuk untuk ke tempat wisata di Indonesia gak bakal semahal dengan di luar negeri yang kebanyakan menggunakan mata uang Dollar. Selain itu sebenarnya kalau wisatawan asing berkunjung ke Indonesia pastilah mereka akan sangat di untungkan, soalnya mata uang kita adalah Rupiah dengan kurs yang rendah (tidak bermaksud menjelekkan).

Tapi disamping itu saya jadi punya pikiran lain jika Indonesia memang menjadi salah satu tujuan wisatawan asing untuk berkunjung, ada kekhawatiran dihati saya sekarang. yahhh..mungkin emang benar pemasukan negara akan bertambah, tapi apa hal itu menjamin untuk tidak berubahnya budaya dan norma di Indonesia??
Misalkan saja di Provinsi Banten banyak tempat wisata, mulai dari pegunungan, pantai, danau, tempat ziarah, dan kesenian tradisionalnya. Oleh karena itu Banten dikenal begitu kental agamanya. Kita coba bayangkan jika banyak turis yang datang dan berlibur disana, kebayangkan pakaian turis-turis itu kayak gimana. Apalagi kalau mereka sampai berenang dengan hanya menggunakan pakaian renang,! apa hal itu tidak akan membawa dampak buruk bagi warga sekitar, terutama anak-anak??

Kita semua tahu bahwa kebudayaan negara kita dengan kebudayaan dan gaya hidup negara luar sangat berbeda, sehingga itu yang menjadi kekhawatiran saya sekarang. Apa mungkin kita menetapkan peraturan bagi turis yang ingin berkunjung ke Indonesia untuk mengikuti segala kebudayaan dan gaya hidup di negara kita? memang sih itu salah satu jalan keluarnya, tapi terdengar tidak manusiawi. Kan mereka juga mempunyai hak masing-masing, arrrgggg...saya jadi bingung sendiri. Apakah ekonomi dan kebudayaan akan tetap berjalan beriringan atau harus ada salah satu yang mengalah??

Senin, 21 Juli 2014

Kesukaan..

Assalamualaikum...


http://rumahshintazahaf.files.wordpress.com/2012/04/398028_2261891601810_1684055608_1511225_1065335552_n1.jpg

kali ini saya ingin bercerita mengenai hal yang saya sukai. Kalian tahu kan kalau saya sangat menyukai kucing, begitupun dengan kakak dan adik saya. mungkin hal itu merupakan turunan dari keluarga mama kandung kami. tapi keadaan sekarang sudah berbeda, sekitar tahun 2001 mama kami sudah terlebih dahulu menghadap Yang Maha Kuasa dan setelah sekian lama papa menikah kembali. masalahnya bukan di situ tapi mama baru kami ini sangat tidak menyukai kucing, dan kami tidak bisa menghentikan apa yang kami suka. menurut kalian bagaimana, apakah kami harus menuruti beliau atau bagaimana??
selama ini kami hanya berpura-pura saja tidak mengurus kucing, tapi jika papa dan mama berangkat bekerja kami malah membiarkan kucing yang kami urus diam-diam untuk masuk ke rumah, bahkan tidur di kasur. sebenarnya lucu juga sih kalau ingat betapa hebohnya kami ketika salah satu dari orangtua kami datang dan disaat bersamaan kucingnya masih tidur di kasur. hahaaa...sangat mengagetkan. alhamdulillah tidak ketahuan walaupun terlihat sedikit grogi. aku rasa akhir-akhir ini sebenarnya mereka tahu kalau kami mengurus kucing yang selalu ada dihalaman rumah kami, oleh karena itu kadang mereka menegur aku, kakak, dan adikku. hmm..walaupun begitu kami tidak kapok, yahh mau bagaimana lagi, yang namanya suka mau diapakan lagi.

sempat sih berfikiran kalau apa kami termasuk anak yang durhaka karena tidak menuruti orangtua? tapi disamping itu kami tidak terlalu suka dengan apa yang dilakukan beliau terhadap kucing. aku tahu sih mungkin memang begitu respon orang yang tidak suka, tapi jangan terlalu kasar karena Rasulullah saw. saja mengajarkan kita untuk menyukai dan memelihara kucing. apa kalian tahu menurut saya menatap wajah kucing, bermain dan berbicara dengannya dapat membuat rasa stress, capek, dan marah jadi berkurang. mukanya yang polos dan tingkahnya yang lucu sangat menggemaskan dan membuat orang-orang (yang suka) semakin menambah kecintaan nya.

Ya Allah semoga Engkau mengampuni kesalahan kami kepada kedua orangtua kami.